Logo
Miftahul Jannah
Polsekta Jebres Surakarta
image

ONE DAY ONE HADITS
Sabtu, 21 Juni 2025 / 25 Dzulhijah 1446

Tidak Meluangkan Waktu untuk Beribadah Kepada Allah Akan Dihinggapi Kefakiran

قالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: قالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ:
يا ابْنَ آدَمَ، تَفَرَّغْ لِعِبادَتِي، أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ،  
وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلًا، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ.

Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku akan menutup kefakiranmu. Jika kamu tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi tanganmu dengan kesibukan, dan Aku tidak akan menutup kefakiranmu.(HR. Ahmad, Tirmidzi – dinilai hasan oleh Al-Albani)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Orang yang tidak meluangkan waktu untuk ibadah, maka Allah akan isi hidupnya dengan kesibukan dunia yang tak ada habisnya, dan tetap merasa kekurangan (fakir) walau hartanya banyak.
2- Orang yang jauh dari dzikir (ibadah), hidupnya akan diliputi kesempitan, stres, kegelisahan, meskipun secara materi ia tampak berkecukupan.
3- Orang yang tidak meluangkan waktu untuk ibadah akan dihinggapi kefakiran” adalah benar, dan berasal dari hadis Nabi ﷺ yang sahih.
4- Allah akan memberi kecukupan, ketenangan, dan keberkahan kepada orang yang memprioritaskan ibadah.
Sebaliknya, orang yang sibuk hanya dengan urusan dunia dan meninggalkan ibadah, hidupnya akan diisi kesibukan yang tidak menghasilkan ketenangan dan akan tetap merasa fakir atau kurang.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Quran:

Dalil Al-Qur’an yang sejalan (meskipun tidak eksplisit).
Orang yang jauh dari dzikir (ibadah), hidupnya akan diliputi kesempitan, stres, kegelisahan, meskipun secara materi ia tampak berkecukupan.

> وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةًۭ ضَنكًۭا...

“Barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka baginya kehidupan yang sempit (susah).”
(Surah Thaha ayat 124).