Mencari Ridho Allah Versus Mencari Ridho Manusia
ONE DAY ONE HADITS
Jumat, 1 Agustus 2025 / 7 Safar 1447
Mencari Ridho Allah Versus Mencari Ridho Manusia
عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ قَالَ كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رضى الله عنها أَنِ اكْتُبِى إِلَىَّ كِتَابًا تُوصِينِى فِيهِ وَلاَ تُكْثِرِى عَلَىَّ. فَكَتَبَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها إِلَى مُعَاوِيَةَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ »
Dari seseorang penduduk Madinah, ia berkata bahwa Mu’awiyah pernah menuliskan surat pada ‘Aisyah -Ummul Mukminin- radhiyallahu ‘anha, di mana ia berkata, “Tuliskanlah padaku suatu nasehat untuk dan jangan engkau perbanyak.” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pun menuliskan pada Mu’awiyah, “Salamun ‘alaikum (keselamatan semoga tercurahkan untukmu). Amma ba’du. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.” (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Pelajaran yang terdapat didalam hadist:
1- Wajib takut pada Alloh dan mendahulukan ridho Alloh daripada ridho manusia.
Mencari Ridha Allah (meski dimusuhi manusia):
Orang yang lebih mengutamakan keridhaan Allah, meski tindakan itu membuat sebagian orang tidak suka atau marah, akan dicukupi dan dilindungi oleh Allah.
Artinya: Allah akan mencukupi kebutuhannya dan menjaganya dari gangguan manusia.
Contoh: Seseorang menolak korupsi atau suap karena takut kepada Allah, walaupun banyak orang tidak suka atau mencelanya.
2- Akibat dari orang yang mendahulukan mencari ridho manusia daripada ridho Alloh.
Mencari Ridha Manusia (dengan mengorbankan ridha Allah):
Orang yang melakukan sesuatu demi menyenangkan manusia, tetapi melanggar perintah Allah, maka Allah akan membiarkannya.
Maksudnya: Ia tidak lagi mendapatkan perlindungan Allah, dan bisa jadi dipermainkan atau dihina oleh manusia yang sebelumnya ia coba puaskan.
Contoh:
Pejabat Korup demi Citra Baik
Seorang pejabat ingin terlihat “baik” di mata masyarakat dan atasan. Ia:
Menyetujui proyek yang jelas merugikan rakyat,
Menerima suap demi mempertahankan posisi,
Takut dikritik, jadi ia ikut arus walau itu salah secara syariat.
Akhirnya:
Suatu saat, kasusnya terbongkar.
Media dan masyarakat yang dulu ia coba puaskan justru mencaci maki dan menghancurkan namanya.
Ia kehilangan posisi, reputasi, dan bahkan kepercayaan keluarganya.
Dan yang paling parah: kehilangan pertolongan dan perlindungan dari Allah karena rela mendurhakai-Nya demi manusia.
3- Wajib tawakkal dan bersandar pada Alloh.
4- Akibat yang baik bagi orang yang mendahulukan ridho Alloh walau membuat manusia tidak suka dan akibat buruk bagi yang mendahulukan ridho manusia dan ketika itu Alloh murka.
5- Jangan terlalu khawatir dengan penilaian manusia jika kamu sudah yakin berada di jalan yang benar menurut Allah.
Ridha Allah harus selalu jadi tujuan utama.
Manusia tak akan pernah puas, dan jika kita mengabaikan Allah demi mereka, maka kita akan ditinggalkan oleh keduanya (Allah dan manusia).
6- Hati setiap insan dalam genggaman, Alloh yang dapat membolak-balikkan sekehendak Dia.
7- Pentingnya memohon keteguhan hati
Nabi Muhammad ﷺ sendiri sering berdoa:
“يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.
(HR. Tirmidzi, Hasan)
Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
1- Diantara taufik Alloh, bila seseorang selalu mengedepankan ridho Alloh.
أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَنْ بَاءَ بِسَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
[Surat Aal-E-Imran : 162]
2- Janji Alloh kepada orang yang selalu mengikuti ridhoNya.
يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
[Surat Al-Maeda : 16].Lr